PROFIL FORUM KOMUNIKASI BHATTARA SAPTAPRABHU

Cagar Budaya

Sejarah Berdirinya Organisasi

Latar Belakang

          Komunitas sejarah ini awalnya berangkat dari forum kongkow dan diskusi beberapa guru SMP yang memiliki ketertarikan dan rasa cinta terhadap kajian bidang sejarah, yang sekarang diampu dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu. Namun selama mengajarkan mata pelajaran tersebut, timbul rasa keprihatinan terkait dengan minim dan kurangnya minat generasi muda khususnya para siswa terhadap Sejarah. Padahal pelajaran ini sangat penting sebagai modal utama dalam pembentukan karakter bangsa seperti cinta tanah air (patriotisme) dan nasionalisme serta sebagai “benteng” dalam menangkal faham radikalisme, liberalisme dan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

          Pada tanggal 20 Mei 2012, beberapa guru SMP swasta di Kabupaten Jember mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) IPS di Universitas Negeri Jember dalam rangka Sertifikasi Guru Tahun 2011, terbersit keinginan mereka untuk berkumpul kembali dan ‘temu kangen’dengan peserta sertifikasi tersebut.

Mereka adalah Zainollah, Bambang Sutedjo, Teguh Irawan, Ria Sukariyadi, Moch. Heru Santoso, Moh. Nur  Edris dan Moh. Saleh.

Karena berangkat dari latar belakang dan sense of crisis serta keprihatinan yang sama terhadap persoalan kesejarahan, terkait apatisnya generasi muda terhadap sejarah, para pendidik tersebut memiliki inisiatif untuk mengadakan aktivitas yang lebih bermanfaat dari sekadar berkumpul. Untuk itu kemudian beberapa pertemuan dilakukan guna berdiskusi tentang program ke depan disertai membahas topik kesejarahan sebagaimana biasanya. Bidang kajian sejarah seperti Majapahit, Demak, Mataram maupun sejarah lokal serta inspirasi buku-buku novel sejarah karya Langit Kresna Hariyadi, Pramoedya Ananta Toer, S.H. Mintardja,menjadi bahan telaah dan diskusi yang selalu hangat. Mereka menindaklanjuti dengan rencana ekspedisi ke Situs Trowulan Mojokerto, guna mendalami kajian tentang Majapahit. Namun kegiatan sebelumnya dengan ekspedisi kecil di Desa Seputih, Kecamatan Mayang (Kabupaten Jember) dan situs-situs tertentu  yang belum dikenali.

          Untuk mengobati rasa penasaran terhadap cerita penduduk, pada ekspedisi awal di Seputih Mayang tersebut, mereka mengadakan penelitian, benarkah di daerah itu terdapat gua purba atau abris sous roche (gua payung) yang terpendam dan jadi misteri? Mengingat tempat itu dekat aliran sungai yang telah mengalami pendangkalan, air terjun dan peninggalan berupa Sarkofagus Masa Megalitikum. Kemungkinan terindikasinya keberadaan gua tersebut, karena bila kaki dihentakkan pada tanah perbukitan di atasnya akan menimbulkan suara gema. Penduduk setempat menyebut “tanah der-gederan”.Seperti ada rongga atau liang besar di bawah kawasan perbukitan tanaman jati tersebut.

Pemilihan Nama Forum

          Ada beberapa usulan pemberian nama forum dari anggota yang kala itu keranjingan buku-buku novel sejarah sebagaimana disebutkan di atas. Sehingga untuk nama komunitas diambil dari istilah klasik dalam novel-novel tersebut. Karena pada awalnya diskusi banyak terfokus pada sejarah Majapahit (termasuk Blambangan), ada kecenderungan mengambil istilah yang berhubungan dengan kerajaan tersebut. Beberapa anggota seperti Teguh Irawan yang paling maniak dengan novel tentang Majapahit, emberikan usulan agar mengambil dari buku tersebut. Begitu juga dengan Ria Sukariyadi, penggemar novelis Pramoedya Ananta Toer. Maka kemudian atas ide dan gagasan dari koordinator forum yaitu Zainollah, dipilihlah nama “Bhattara Saptaprabhu”  yang kemudian disetujui oleh yang lain.

          Nama Bhattara Saptaprabhu dalam sejarah secara umum disebut Saptaprabhu (tanpa ada Bhattara) dengan nama lain Pahom Narendra. Istilah Bhattara Saptaprabhu dinukil dari Prasasti Singhasari yang bertarikh 1351 M, atau disebut juga dengan Prasasti Gajah Mada yang dibuat pada masa pemerintahan Kertanegara (masa Singhasari). Pada masa raja Hayam Wuruk, Bhattara Saptaprabhu disebutkan sebagai institusi para sesepuh (yang arif dan bijaksana) dari keluarga kerajaan yang bertugas memberikan pertimbangan, nasehat dan usulan kepada raja (Hayam Wuruk). Anggotanya semula ada 7 (tujuh) orang dari para penguasa di beberapa wilayah (provinsi) atau mandala Majapahit. Kemudian makin bertambah dari beberapa keluarga raja dari vassal, dengan restu dari kalangan agamawan Hindu (Syiwa) dan Buddha. Peranan ini makin dominan sepeninggal tokoh besar Majapahit Mahapatih Gajah Mada.

Visi, Misi dan Tujuan

          Para pendiri komunitas ini juga telah berpikir jauh ke depan tentang visi, misi dan tujuan didirikannya forum, yakni sebagai gagasan impian, cita-cita dan nilai inti serta tujuan yang hendak dicapai. Selain itu juga ada target jangka pendek dan jangka panjang yang telah dituangkan dalam program organisasi.

            1. Visi:

  • Cerdas, analisis, ilmiah dan interpretatif berdasarkan fakta

            2. Misi:

  • Mengadakan ekspedisi, eksplorasi dan diskusi sejarah dengan mewujudkan literasi.
  • Mengungkap dan menelaah potensi obyek sejarah yang belum tersingkap
  • Menggali, menelusuri dan mengekspose dalam ranah ilmiah
  • Meneliti, menganalisis dan menyimpulkan obyek-obyek kesejarahan

            3. Tujuan:

  • Menumbuhkembangkan cinta dan minat generasi muda pada sejarah sebagai disiplin ilmu yang penting
  • Melindungi dan ikut melestarikan aset kekayaan sejarah lokal dan nasional yaitu Benda Cagar Budaya (BCB) dan Obyek Diduga Benda Cagar Budaya (ODCB)
  • Menjadikan sejarah sebagai wahana menuju pembentukan karakter bangsa dengan menggugah rasa nasionalisme, patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda
  • Mengenalkan khazanah kesejarahan khususnya sejarah lokal melalui penerbitan buku-buku referensi sejarah dan masuk dalam kurikulum sekolah.

Keanggotaan

Pada awal didirikan Forum Komunitas Bhattara Saptaprabhu bukan merupakan organisasi formal yang memiliki struktur organisasi lengkap, melainkan hanya forum para guru dan pecinta sejarah sebagai wadah ekspedisi, eksplorasi, diskusi dan telaah serta literasi kesejarahan.

Keanggotaan utama (original members) terdiri dari 7 (tujuh) orang pendiri dan yang aktif saat awal didirikan 6 (enam) orang, namun telah diganti dengan anggota baru. Keanggotaan dari tujuh orang ini bisa berakhir apabila salah satu di antaranya karena sebab wafat, tidak aktif, pindah domisili dan mengundurkan diri, maka bisa digantikan oleh anggota selain pendiri atas kesepakatan bersama.

Semula keanggotaan komunitas terbatas pada guru-guru SMP swasta di lingkungan Kabupaten Jember, namun sekarang telah bertambah menjadi beberapa orang dengan rekrutmen yang cukup selektif, karena mereka yang punya komitmen tinggi yang bisa jadi anggota. Sifat organisasi ini tidak eksklusif dan bersifat terbuka pada semua kalangan dan tingkatan generasi, profesi dengan catatan harus memiliki ketertarikan pada bidang sejarah.

            Pengurus Utama (Original Members)

Ketua Pengarah/Pengawas               : Bambang Sutedjo, S.Pd

                                                           : Drs. Moch. Heru Santoso

Ketua                                                 : Zainollah, S.Pd

Sektretaris                                          : Ria Sukariyadi, S.Sos

Bendahara                                         : Moh. Saleh, S.E.

Anggota                                              : Tri Wahyudi, S.Pd

                                                           :  Teguh Irawan, S.E., S.Pd

Program Kegiatan     

          Program kegiatan forum dimaksudkan untuk menambah wawasan keilmuan khususnya bagi para guru bidang IPS sebagai tuntutan dari profesionalisme guru. Hal ini terkait dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yang diimplementasi lewat sertifikasi guru.

Rencana kegiatan yang meliputi ekspedisi, eksplorasi, diskusi dan telaah kesejarahan pada dasarnya adalah kegiatan tour, riset dan studi wisata serta penggalian, penelusuran dan pengungkapan tentang sejarah suatu lokasi atau situs Program ini kemudian dikembangkan di bidang literasi (kesejarahan) karena anggota komunitas telah menghasilkan beberapa karya tulis berupa buku dan artikel.

Adapun program kegiatan yang dicanangkan adalah  :

1.   Mengadakan pendataan dan kajian terhadap situs-situs sejarah dan Benda Cagar Budaya (BCB) dan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ada di Kabupaten Jember sebagai aset tak ternilai

2.   Mengadakan penelitian dan penulisan (literasi) tentang kesejarahan, khususnya sejarah lokal dan menerbitkannya menjadi buku atau artikel ilmiah

3.   Mengadakan kunjungan dan studi wisata ke tempat-tempat bersejarah

4.   Mendiskusikan, menganalisis dan menelaah sejarah dengan menyertakan para pakar di bidangnya dan bersinergi dengan komunitas pegiat sejarah lainnya

5.   Mengadakan event-event kesejarahan seperti kegiatan seminar sejarah (IPS) dengan mengundang narasumber dan para pakar terkait

6.   Mengoleksi, membaca dan mencermati buku-buku dan sumber-sumber sejarah  sebagai bahan kajian dan referensi

Kerja Sama Dengan Pihak Terkait

          Forum Komunitas Bhattara Saptaprabhu adalah wadah para guru yang sudah barang tentu mempunyai keterbatasan pengetahuan, pengalaman,  kemampuan dan referensi tentang sejarah. Seballiknya keberadaan komunitas sejarah yang terbilang langka dan unik, tentu dibutuhkan oleh masyarakat dan pihak-pihak tertentu.Untuk itulah pembentukan forum ini sebenarnya adalah menjalin kerja sama dengan pihak luar dengan sinergisme seperti  :

1.   Kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud

2.   Kerja sama dengan pemerintah daerah khususnya Pemkab Jember

3.   Kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember

4.   Kerja sama dengan para akademisi (dosen, peneliti) di bidang sejarah

5.   Kerja sama dengan instansi dan organisasi kesejarahan (Balar, TACB, BPCB, dll.)

6.   Kerja sama dengan komunitas pegiat sejarah lain, khususnya untuk pelestarian peninggalan cagar budaya seperti Dang Acarya (Dewan Perjuangan dan Advokasi Cagar Budaya) di Tapal Kuda

7.   Kerjasama dengan masyarakat, pers (media), dan berbagai instansi yang mendukung kegiatan forum

Kegiatan Organisasi Selama Beberapa Tahun Terakhir

Berikut ini adalah kegiatan kami dari tahun ke tahun

  • Aktif ekspedisi di berbagai tempat bersejarah, baik di Jember maupun daerah luar Jember
  • Bedah buku Sekilas Wakil Rakyat dan Sejarah Jember dan Topographia Sacra, Menelusuri Jejak Sejarah Jember Kuno
  • Ekspedisi sejarah Jember bersama Jawa Pos (Radar Jember) selama 1 bulan
  • Diskusi sejarah di RRI Jember dengan Tema “Sejarah dan Peradaban Modern”
  • Penulisan dan penerbitan 4 (empat) buah buku babon yang diterbitkan secara Mayor dan Indie serta ber-ISBN
  • Kegiatan diskusi dan seminar di berbagai forum lokal
  • Kegiatan talkshow di televisi dan radio dengan topik sejarah tertentu
  • Mengadakan event kesejarahan sejarah tingkat nasional di Jember bertajuk Explore The Cultural Heritage and History of Jember, kerja sama dengan Kemendikbud tahun 2019.

Hambatan yang Dihadapi Selama Ini

  • Minimnya dukungan lembaga pemerintah daerah yang dalam kegiatan pengembangan sejarah Jember
  • Kurangnya dukungan serta kesadaran masyarakat dalam melestarikan peninggalan sejarah
  • Kurangnya fasilitas yang memadai dalam pengembangan sejarah.
  • Minimnya dana yang dimiliki oleh komunitas sehingga menghambat aktivitas
  • Peninggalan sejarah Jember banyak yang tidak terawat dengan baik.

Editor : Oren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.