Heboh Temuan Guci Kuno di Ibu Kota Arya Wiraraja

Citizen Jurnalistik

Lumajang adalah kota kecil namun penuh dengan peninggalan sejarah yang sampai sekarang masih bisa kita jumpai seperti misalnya di Kawasan situs Biting, situs Pra Sejarah Selo Gending yang berupa Punden Berundak di Kandangan Kecamatan Senduro, Kawasan Situs Watu Lumpang di Dusun Watu Lumpang Kecamatan Gucialit, Candi Agung di Kecamatan Randu Agung, situs Tegal Randu di Kecamatan Klakah. Ada juga situs Candi Gedong Putri di Desa Klopo Sawit Kecamatan Candipuro. Banyaknya peninggalan bersejarah yang bisa dijumpai di hampir tiap kecamatan ini membuktikan jika Lumajang kuno memiliki peradaban yang maju sejak jaman kerajaan.

Oleh : Ananda Kenyo

Baru-baru ini ada penemuan benda kuno di perumahan lingkungan perumahan yang ada di Kawasan Situs Biting, Kecamatan Kutorenon yang diyakini sebagai bekas Ibukota Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Prabu Arya Wiraraja. Untuk melihat penemuan baru di area Situs Biting, Tim masmansoer.com melakukan tinjauan lapangan langsung pada Selasa (23/11) sore menemui perangkat desa dan saksi yang menemukan benda mirip guci yang dipekirakan pada masa itu digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air atau Paidon.

Menurut Jordan salah satu saksi yang menemukan benda unik tersebut mengatakan bahwa pada saat itu hari Minggu pagi (14/11) diadakan kerja bakti di kawasan Masjid Perumahan Biting. Namun saat menggali tanah untuk membersihkan halaman tiba-tiba terlihat seperti pecahan batu andesit menyerupai bata, ketika digali lagi benda tersebut mulai terlihat pola bentuknya. Karena penasaran akhirnya benda tersebut diambil untuk kemudian dibersihkan dari tanah yang menempel. Setelah dibersihkan makin terlihat jelas bentuk, pola serta motif dari benda yang diperkirakan kendi tersebut.

“Kemarin waktu awal ditemukan wujudnya tidak seperti ini, karena tertutup oleh tanah. Saya kira ini pecahan genteng. Terus tanahnya saya garuk-garuk mulai terlihat pola bunga. Kemudian saya taruh lagi lanjut kerja bakti, saat istirahat saya inisiatif untuk mencuci dan saya kaget kok bentuknya ada wajah.” Tuturnya.

Sambil menunjukan benda hasil temuannya, Jordan yang kebetulan merupakan alumni jurusan Sejarah memprediksi jika benda tersebut adalah kendi atau guci karena ditemukannya bersamaan dengan tutup batu dan keduanya saling kompleks jika digabung. Selain dari bentuk yang unik, pola benda tersebut juga menjadi sorotan. Pasalnya terdapat ukiran seorang dewi atau putri dengan anting ditelinga dan bunga menyerupai mahkota diatas kepala. Mengetahui penemuan tersebut adalah unik dan sarat akan histori jejak-jejak peninggalan kerajaan karena ditemukan masih dalam kawasan Situs Biting yang merupakan bekas Ibukota Lamajang, akhirnya Jordan menyerahkan benda tersebut kepada perangkat desa untuk diamankan. Ditemui kemarin sore dirumahnya, Dilah selaku perangkat desa Kutorenon  saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk kemudian diteliti lebih jauh.

Menurut sejarawan Mansur Hidayat yang merupakan salah seorang pelestari Kawasan Situs Biting sejak tahun 2010 lalu, menyatakan bahwa benda kuno yang diperkirakan sebuah guci atau paidon dengan hiasan seorang wanita dengan diameter 18 cm dan tingginya 21 cm karena telah terpotong saat penemuan. Dilihat dari lingkungan tempat di temukannya, memang wilayah yang di bangun oleh PT Perumnas Biting Indah dahulunya adalah tanah tegalan yang kaya akan peninggalan benda bersejarah seperti struktur batu bata, mata tombak, logam cor dan bahkan pernah diceritakan oleh salah seorang kontraktornya ditemukan puluhan guci kuno. Diperkirakan kawasan perumahan barat adalah kawasan pemukiman dan perdagangan karena letaknya dekat dengan sungai Ploso yang merupakan salah satu sentral pelabuhan ibu kota Arnon. Lebih jauh sejarawan dan pelestari ini menyatakan bahwa meskipun keadaannya telah rusak parah, namun tidak tertutup kemungkinan ditemukan berbagai artefak penting yang masih bisa diselamatkan untuk pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.