Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru

Resensi Buku
Judul BukuArya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru : Menafsir Ulang Sejarah Majapahit Timur
PengarangMansur Hidayat
Halaman117
PenerbitPustaka Larasan
Tahun Terbit2013  

Oleh : Retno Dumilah

Dalam sejarah awal pendirian kerajaan Majapahit selain nama Raden Wijaya tentu kita mengenal sosok Arya Wiraraja. Seorang tokoh yang menjadi Adipati Sumenep dan menerima pelarian Raden Wijaya dari kejaran pasukan Jayakatwang. Arya Wiraraja memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah pendirian Majapahit. Bahkan Arya Wiraraja menjadi penasehat dari Raden Wijaya dalam awal pendirian Majapahit. Hingga Raden Wijaya pun berjanji akan membagi tanah Jawa menjadi dua bagian yang sama besarnya jika kelak bisa mengalahkan Jayakatwang, dimana wilayah yang diberikan kepada Raden Wijaya kelak dikemudian hari disebut sebagai Lamajang Tigang Juru.

Lalu siapakah sebenarnya sosok Arya Wiraraja sehingga Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Kertanagara dari Singosari begitu mempercayai Arya Wiraraja. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai sosok Arya Wiraraja tentu akan menarik sekali jika kita membaca sebuah buku mengenai Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru yang ditulis oleh Mansur Hidayat.  Dalam buku tersebut Mansur Hidayat mengupas mengenai siapa sosok Arya Wiraraja dari berbagai versi baik versi Jawa, Madura dan versi Bali. Mansur dalam bukunya juga membahas bagaimana kemudian Arya Wiraraja bertahta di Lamajang Tigang Juru. Secara tuntas menjelaskan bagaimana Lamajang Tigang Juru itu terbentuk dan bagaimana Arya Wiraraja membangun pusat pemerintahan di Lamajang Tigang Juru.  Jika selama ini kita mendengar bahwa Raja Jakatwang lah yang melakukan kudeta pada Singosari, tafsir lain pun dijabarkan disini dan Wangsa Rajasa lah dalam hal ini Raden Wijaya sendirilah yang melakukan Kudeta pada Kertanegara. Nah versi lain ini menarik sekali untuk kita baca lebih lanjut.

Kelebihan buku : buku ini dikemas dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Secara detail melengkapi mengenai Lamajang Tigang Juru dengan bukti-bukti arkeologis yang mendukung keberadaan Kerajaan Lamajang Tigang Juru. Bekas Ibu kota Kerajaan Lamajang Tigang Juru juga dijelaskan dengan detail. Serta mampu menyajikan tafsir baru mengenai kudeta kerajaan Singosari. Bahwa Wangsa Rajasa lah yang melakukan Kudeta bukan Jakatwang dan Ardharaja.

Kelemahan buku : kelemahan buku ini kurang jelas menerangkan bagaimana akhir dari Kerajaan Lamajang Tigang Juru paska meninggalnya Arya Wiraraja dan akhir dari masa Kerajaan Majapahit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.