Lahir dan Karir Banyak Wide atau Arya Wiraraja

Sejarah

Arya Wiraraja yang dikenal sekarang ini sebenarnya adalah nama pengangkatan sebagai Adipati di Sumenep atau yang di kenal sebagai Abhiseka. Nama kelahirannya sendiri adalah Banyak Wide atau yang di Bali dikenal sebagai Ida Bang Banyak Wide.

Oleh : Mansur Hidayat

Babad yang banyak menceritakan tentang sosok ini adalah Babad Pararaton tidak  menyebutkan tahun kelahirannya, namun ia memberikan petunjuk dengan menyatakan bahwa:

“Sira Banyak Wide atuwuh patang puluh tiga duk Pamalayu”, artinya Banyak Wide berusia 43 tahun saat terjadinya peristiwa Pamalayu atau Perang ke Melayu.

Dari keterangan Pararaton diatas, kita dapat menganalisa bahwa pengiriman tentara Singosari ke Melayu terjadi pada tahun 1275 Masehi sehingga dapat diperkirakan dari keterangan Pararaton tersebut diatas, lahirnya bayi laki-laki mungil bernama Banyak Wide pada tahun 1232 Masehi.

Lantas sekarang yang akan kita gali adalah dari kalangan apa dia berasal? Karena saat itu status kelahiran sangat menentukan pergaulan sosial seseorang, apakah nantinya akan menjadi seorang Resi atau guru di Kadewa Guruan, seorang pejabat negara, seorang pedagang atau seorang petani. Nah, disini kita akan coba bedah satu persatu. Menurut Pararaton disebutkan bahwa Banyak Wide dilahirkan dari seorang Buyut atau sesepuh desa Nangka. Dari keterangan diatas dapat ditafsirkan bahwa ayah Banyak Wide adalah seorang yang sangat disegani, bisa seorang Kepala Desa yang sudah sepuh atau juga Brahmana atau guru yang sangat disegani di Desa. Sementara itu, keterangan dari Babad Manik Angkeran yang merupakan sebuah babad yang berasal dari keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih yang merupakan keturunan Arya Wiraraja yang ada di pulau Bali menyatakan bahwa Banyak Wide adalah keturunan para Brahmana yang sangat terkenal yang jika dirunut terus kakek moyangnya adalah Mpu Bharada. Oleh karena itu, dari Babad Manik Angkeran kita dapat menduga bahwa Banyak Wide berasal dari sebuah keluarga keturunan Brahmana yang tinggal disebuah desa Kadewa Guruan dan jauh dari ibu kota kerajaan.

Tentang desa tempat kelahiran Arya Wiraraja, kita akan kemukakan beberapa tempat yang menjadi catatan masing-masing. Versi pertama, menurut penulis sejarah Sumenep, Tajul Arifin Banyak Wide dilahirkan di Desa Karang Nangka, Kecamatan Ruberu Kabupaten Sumenep.  Hal ini dikarenakan tokoh ini sangat melegenda dan dekat di hati rakyat Sumenep sehingga wilayah di Madura Timur ini dapat menjadi kota Pelabuhan internasional dan juga meletakkan dasar-dasar pemerintahan kuat yang sisa-sisanya dapat dilihat sampai sekarang ini. Versi kedua adalah berdasarkan penulis sejarah Lumajang Mansur Hidayat, Banyak Wide dilahirkan di Dusun Nangkaan Desa Ranu Pakis Kecamatan Klakah. Hal ini di dasarkan pada Analisa dari babad Pararaton yang menyatakan:

“Hana ta wongira, babatanganira buyuting Nangka, aran Banyak Wide, sinungan pasenggahan Arrya Wiraraja, arupa tan kandel denira, dinohaken, kinonadipatia ring Sungeneb, anger ing Madura wetan”.

Dari keterangan dalam babad Pararaton tersebut dinyatakan bahwa Banyak Wide Ketika diangkat di Sumenep dikatakan “dinohken” yang artinya dijauhkan. Dari keterangan ini kemudian ditafsirkan, jika Banyak Wide berasal dari Madura tentu saja kata-kata Pararaton menyatakan “di dekatkan” bukan malah dijauhkan, sehingga dapat diperkirakan bahwa dia bukan berasal dari Madura namun dari Jawa. Terkait Jawa banyak pendapat menyatakan bahwa diperkirakan dari wilayah Tengger Nangka Jajar karena secara toponim ada kesamaan. Namun pendapat terbaru dikatakan bahwa di Dusun Nangkaan Desa Ranu Pakis Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang secara toponim juga mesti diperhitungkan. Hal ini ditambah disekitar wilayah Desa Ranu Pakis terdapat jejak-jejak peninggalan Arkeologi yaitu bekas bangunan percandian yang ada di dekat Ranu Klakah.

Versi ketiga adalah berdasarkan catatan yang tercantum dalam Babad Manik Angkeran, sebuah babad dari keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih yang merupakan keturunan Arya Wiraraja di pulau Dewata Bali. Dalam versi ini diberitakan bahwa Banyak Wide bernama Ida Bang Banyak Wide yang merupakan putra sulung Ida Bang Manik Angkeran dari 4 bersaudara dari ibunya yang berlainan. Masing-masing adiknya antara lain Ida Bang Tulus Dewa, Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. Mereka yang bertiga lahir di Desa Besakih. Demikianlah sampai sekarang Banyak Wide diyakini adalah seorang brahmana yang lahir di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karagasem.

Dari ketiga versi tersebut yaitu Madura, Lumajang dan Bali, nama Banyak Wide atau Arya Wiraraja terus hidup di hati masyarakat.

Terkait karir dan prestasi yang dicapai oleh Banyak Wide atau Arya Wiraraja, sejarah mencatat sosok ini punya pengaruh besar pada jaman kerajaan Singosari dipimpin oleh raja Kertanegara maupun awal mula berdirinya Majapahit yang didirikan oleh Nararya Sanggrama wijaya. Pada saat raja Kertanegara menjadi Raja Singosari diberitakan bahwa Banyak Wide adalah seorang babatangan atau ahli nujum atau tukang ramal dan penasehat raja. Karena posisinya sebagai penasehat raja tentu saja Banyak Wide merupakan seorang yang mempunyai banyak pengetahuan. Jadi Banyak Wide saat itu posisinya bukan seperti para ksatria pada umumnya yang memegang komando pasukan, namun lebih pada seorang penasehat atau pemecah solusi untuk raja. Posisi ini telah disandangnya pada sekitar umur tiga puluhan atau pada usia sangat muda. Hal ini kita ketahui runutannya dari berita Pararaton terkait usia Banyak Wide saat pengiriman pasukan ke Melayu pada tahun 1275 Masehi yaitu 43 tahun dan kemudian hari diangkatnya Banyak Wide menjadi Adipati Sumenep berdasar prasasti Sukamerta pada 31 Oktober 1269 yang saat itu berusia 37 tahun. Jadi posisi Banyak Wide menjadi penasehat raja Kertanegara ini dijabatnya kira-kira di umur 30an tahun. Banyak Wide telah mendapat prestasi berdasarkan keilmuan dan ke- intelektualannya di usia yang tergolong muda. Tidak banyak saat itu tokoh muda yang menggeluti dunia ke- intelektualan karena saat itu jabatan yang lebih prestise adalah jabatan yang berbasis militer dan kepemimpinan perang. Di sinilah yang membedakan bahwasanya Banyak Wide sejak muda sudah memilih jalan intelektual sebagai landasan dan cara pikirnya. Hal ini kemudian dipegangnya erat-erat dalam menapaki karirnya mulai dari pengangkatannya sebagai Adipati Sumenep Madura timur yang saat itu terkesan dijauhkan atau disisihkan dari lingkaran politik kerajaan Singosari, malah dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat membuat kota Sumenep dikenal dalam khasanah pelayaran internasional. Karena posisi Sumenep yang cemerlang ini, maka posisi Banyak Wide atau Arya Wiraraja semakin diperhitungkan dalam wacana politik di masa akhir kerajaan Singosari saat itu. Puncak dari pada misi intelektual Banyak Wide adalah dalam rangka memanfaatkan pasukan Mongol Tar Tar untuk menggempur Jayakatwang yang banyak orang menafsirkan sebagai sekutunya dan kemudian mampu mengusir pasukan internasional ini sehingga menyelamatkan tanah Jawa dari genocida pasukan yang dikenal kejam itu.

  • Editor : Oren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.