Andon Mangan, Rangkaian Hari Raya Karo Yang Sarat Nilai Persaudaraan

Citizen Jurnalistik

Ranu Pani dengan keindahannya mampu menjadi salah satu dari 50 desa wisata yang digagas oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf). Daya tarik lainnya yaitu adat istiadat yang tetap terjaga kelestariannya hingga hari ini. Salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat suku Tengger yang ada di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Oleh : Ananda Kenyo

Dalam perhitungan Saka, ketika jatuh bulan kedua masyarakat suku Tengger mengadakan Hari Raya Karo yang berarti bulan kedua. Hari Raya Karo sendiri berlangsung selama 8 hari dengan rangkaian sebagai berikut.

Hari pertama Karo yakni upacara di rumah kepala desa atau disebut dengan tayupan dan diisi oleh rangkaian tari persembahan, hari kedua berkunjung ke besaran (nama salah satu dusun di Ranu Pani), hari ketiga Romo Dukun berkunjung ke rumah-rumah untuk jejapo sesanti, hari keempat yakni upacara andon mangan, dan ditutup dengan upacara pergi ke makam atau biasa disebut dengan nyadran.

Menurut Wagiman, salah satu anak tetua adat Tengger ia menuturkan bahwa sebelum Romo Dukun berkunjung ke rumah-rumah warga, biasanya warga tidak berani untuk keluar rumah. Hal ini ditujukan agar nantinya apabila sewaktu-waktu Romo Dukun datang ke rumah, rumah tidak dalam keadaan kosong.

“Ya, maksudnya kita tidak tenang kalau belum di Jopo Sesanti kita terus keluar rumah, kalau tiba-tiba giliran kita, kita tidak di rumah kan kurang baik” Ujarnya.

Setelah kunjungan Romo Dukun, maka keesokan harinya dilanjutkan dengan upacara andon mangan. Kebetulan saat tim MMC berkunjung ke Ranu Pani sedang berlangsung kegiatan Andon Mangan. Andon mangan sendiri adalah kegiatan berkunjung ke rumah-rumah tetangga sambil menyantap hidangan yang telah disediakan.

“untuk menghormati yang empunya rumah, warga disana biasanya mampir sebentar dan menyantap hidangan yang tersedia. Karena rumah yang dikunjungi banyak, biasanya warga yang datang hanya mengambil sejumput nasi lalu dipindahkan ke piring bersih kemudian langsung berpindah tempat ke rumah selanjutnya” imbuhnya. Rangkaian upacara karo ditutup dengan Nyadran atau berkunjung serentak ke makam, hal ini bertujuan untuk mensucikan roh leluhur yang telah pergi mendahului. Jadi kesimpulannya upacara karo ini sebagai peringatan kepada leluhur dan mempererat tali persaudaraan agar kita semua tetap ingat kepada Tuhan yang telah memberikan alam semesta beserta seluruh isinya.

  • Editor : Oren

2 thoughts on “Andon Mangan, Rangkaian Hari Raya Karo Yang Sarat Nilai Persaudaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.