In Memoriam Donovan Ramo Triyono: Seminggu Sebelum Berpulang, Ingin Susun Sejarah Pencak Organisasi

Tokoh

Sebelum Munas V Pencak Organisasi (PO) digelar di Lumajang  pada tanggal 13-14 Maret tahun 2021 yang lalu suara berwibawa itu tiba menyapa dengan ramah. Diujung telepon seorang pria mengaku bernama Ramo yang saat itu menjadi Litbang Pengurus Pusat Pencak Organisasi (PO) yang tinggal di Mataram.

Oleh : Mansur Hidayat

Dalam diskusi yang hangat tersebut penulis kemudian bercerita tentang proses pendirian Pencak Organisasi (PO) yang di lahirkan di Lumajang pada bulan Agustus 1927 dan Mas Ramo panggilan akrab nya juga mendengar dengan penuh antusias diskusi per telepon ini. Dalam diskusi tersebut ia tidak pernah menyinggung masalah kejuaraan silat baik di tingkat daerah, di tingkat nasional maupun di tingkat dunia. Dalam diskusi tersebut Mas Ramo ingin mendapatkan buku Mayor Jenderal Imam Soedja’i, namun karena stoknya belum ada harus menunggu proses cetaknya kembali.

Pasca Munas V (Lima) Pencak Organisasi tersebut penulis tidak pernah berkontak lagi sama Mas Ramo. Namun penulis juga penasaran sebenarnya seperti apa sosok mantan Litbang Pengurus Pusat Pencak Organisasi (PO) tersebut. Dari berbagai kabar, penulis mendapatkan informasi bahwa Mas Ramo ternyata adalah seorang pendekar Pencak Organisasi (PO) yang pernah menyabet berbagai juara baik di tingkat daerah, nasional dan bahkan dunia. Darah pendekar ini diwarisi dari sang Kakek Letkol. HWA Su’eb yang merupakan Sekjen Pengurus Pusat Pencak Organisasi (PO) pada tahun 1970 sampai pertengahan tahun 1980-an. Ayahnya yang bernama Bagyo Sucahyono yang dipanggil Pak Oyon adalah pendekar dan pelatih Pencak Organisasi (PO) yang handal. Menurut informasi, Mas Ramo berlatih pencak silat dari kecil dan di SD Kelas IV sudah juara tingkat anak-anak di Cirebon. Lebih jauh dikatakan bahwa Mas Ramo pernah juara Dunia  dan Sea Games. Mendengar cerita tersebut penulis sangat penasaran dengan sosok mantan juara dunia pencak silat yang berdomisili di Mataram, Lombok tersebut.

Setelah hampir satu tahun tidak berkontak intensif, pada akhir Juli 2 minggu yang lalu penulis yang menjadi Pemimpin Redaksi media online sejarah masmansoer.com ingin mengangkat tema lahir dan perkembangan perguruan silat Pencak Organisasi (PO) sejak jaman pergerakan nasional sampai masa Orde Baru yang saat itu atlitnya merajai persilatan nasional bahkan sampai dunia. Kebetulan bulan Agustus juga dikenal sebagai bulan kelahiran Pencak Organisasi (PO).

Berbekal keputusan dari rapat redaksi masmansoer.com tersebut, pada tanggal 29 Juli sebagai pemimpin redaksi penulis menghubungi Mbak Fina Kakak yang merupakan mantan juara dunia yang sampai sekarang masih aktif melatih Pencak Organisasi (PO) di Surabaya. Dengan ramah Mbak Fina menerima telepon dan berdiskusi terkait dengan prestasi perguruan silat PO pada tahun 1990-an. Wanita paruh baya ini kemudian memberitahukan bahwa adiknya yaitu Ramo sedang datang dari Mataram ke Surabaya untuk Therapy sakitnya, bahkan saat itu sang adik baru sampek dirumah sehabis therapy dan berjanji malam harinya akan terima telepon untuk wawancara.

Malam hari sekitar pukul 20.00 WIB penulis melakukan wawancara dengan Mas Ramo dan seperti biasa meskipun dalam keadaan sakit,  ia menerima telepon dengan bersemangat termasuk menggambarkan keadaan Pencak Organisasi (PO) tahun 1970-an di wilayah Surabaya. Wawancara per telepon berlangsung cukup hangat ketika membicarakan sejarah PO pasca 1965. Mas Ramo selalu berkata ingin menyusun buku sejarah PO supaya para juniornya tidak bingung, hal mana sangat di dukung oleh penulis. Wawancara kemudian diakhir setelah lebih 30 menit. Keesokan harinya penulis melakukan chatting whatsapp (WA) minta sertifikat juara yang kemudian pada tanggal 2 Agustus dikirimkan sertifikat Juara Dunia Pencak Silat atas nama Rina Dwi Astuti yang ternyata setelah saya minta informasi dari berbagai pihak ternyata adalah istri Mas Ramo yang menjadi guru SMA di kota Mataram Lombok.

Pasca menerima kiriman WA dari Mas Ramo pada tanggal 2 Agustus, penulis memang belum kontak kembali karena konsentrasi untuk penerbitan Edisi 4 Pencak Organisasi (PO), Sabtu 7- 20 Agustus 2021 yang akan terbit dalam beberapa hari. Tidak menyangka pada pagi hari pada Jum’at 6 Agustus pukul 06.00 WIB pagi ada kabar duku tentang kepergian Mas Ramo.  Menurut Mbak Fina, Almarhum pagi hari itu mengajak sholat subuh bersama, namun kemudian tiba-tiba kejang, tidak sadar dan meninggal di atas pangkuan sang Kakak. Setelah itu penulis-pun menyatakan duka mendalam kepada Mbak Fina sebelum Almarhum Mas Ramo dimakamkan. Seluruh keluarga besar Pencak Organisasi (PO) berduka tak ketinggalan juga seluruh insan pencak silat Indonesia merasa kehilangan. Tentu cita-cita Almarhum tentang buku sejarah PO yang lebih runut dan lengkap adalah “harapan terakhir” nya yang harus ditindak-lanjuti, Semoga Almarhum Husnul Hotimah dan dilapangkan jalannya di sisi Allah SWT.

Selamat jalan Pendekar sejati. Dunia pencak silat akan terus mengenangmu.

  • Editor : Oren

2 thoughts on “In Memoriam Donovan Ramo Triyono: Seminggu Sebelum Berpulang, Ingin Susun Sejarah Pencak Organisasi

  1. Semoga buku sejarah Pencak Organisasi dapat segera terbit, sbg nilai sejarah utk bekal generasi penerus dalam melestarikan budaya bangsa Indonesia yg adiluhur. Aamiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.