Babad Bumi Sadeng” Mozaik Histriografi Jember Era Paleolitikum Hingga Imperium”

Resensi Buku
Judul BukuBabad Bumi Sadeng” Mozaik Histriografi Jember Era Paleolitikum Hingga Imperium”
PengarangZainollah Ahmad
Halaman284
PenerbitMatapadi Presindo
Tahun Terbit2020  

Oleh : Retno Dumilah

Jember adalah sebuah kota yang terletak di Ujung Timur Jawa, keberadaan kota Jember sendiri jika dilihat dari hari jadinya berdasarkan staatsblad Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928, yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Tidak banyak diketahui public bahwa jauh sebelum dibentuk oleh Belanda, Jember sudah berkembang pemukiman kuno, bahkan kala zaman prasejarah di Jember pun sudah ada jejak pemukiman. Bahkan awal mula ibukota Kerajaan Blambangan berada di wilayah Jember saat ini.

Rangkaian jejak peninggalan bersejarah di Jember dikemas dengan apik di dalam Buku Bumi Sadeng yang ditulis oleh Zainollah Ahmad. Dalam Buku Bumi Sadeng dibahas mengenai jejak peninggalan sejarah Jember mulai dari zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum dan Megalitikum, Masa Klasik, Masa Perkembangan Islam hingga masa Imperium. Buku yang ditulis oleh Zainollah ini menyajikan fakta-fakta baru mengenai sejarah di wilayah Kabupaten Jember yang selama ini tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Dalam hal ini Jember telah m Palaeolitik di Pegunungan Sporadis Selatan (Southern Plateau Zone) yang termasuk kebudayaan paling tua di Jawa Timur. Kawasan ini menyimpan jejak arkeologis purba di Bukit Sadeng dan Gunung Watangan yang terkenal dengan tradisi ‘hematite’ dalam sistem pemakaman.

Sedangkan di zona utara di lereng Pegunungan Argopuro terdapat deposit arkeologis Era Neolitikum yang terkenal dengan tradisi ‘monolith silinder’ (batu kenong) dan berbagai bangunan megalit .

Pada Masa Klasik di wilayah Jember dibuktikan dengan adanya penemuan arca Buddha Amarawati yang bergaya India selatan, arca ini ditemukan di Kota Blater Tempurejo. Selain itu nama beberapa tempat di Jember seperti Sadeng, Basini, Sarampwan tercatat dalam manuskrip kuno dan termasuk dalam catatan kunjungan Hayam Wuruk ke wilayah ujung timur Jawa. Pada Era Masa Madya di dalam buku ini dibahas juga mengenai kota Kedhawung yang menjadi salah satu ibukota Blambangan awal perkembangannya.

Buku ini banyak menggambarkan secara detai mengenai peninggalan bersejarah secara lengkap pada periodesasi Prasejarah, Klasik, dan Madya. Dan juga dibahas secara terperinci mana saja wilayah di Kabupaten Jember yang memiliki peninggalan bersejarah dari tiga periode tersebut. Jika menilik dari judulnya bahwa buku ini membahas dari masa Paleolitikum sampai Imperium, namun sayangnya bab pembahasan mengenai masa imperium kurang detail hanya menceritakan sebagaian pada masa VOC saja. Tidak dijelaskan secara detail apa saja bukti peninggalan masa imperium VOC dan Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.