Struktur Batu Bata Kuno, Diduga Bekas Candi dan Belum Pernah Diteliti

Cagar Budaya

Dorogowok merupakan sebuah Desa Kuno yang ada di Kabupaten Lumajang yang kaya akan peninggalan bersejarah, namun masyarakat lebih mengenal namanya sebagai Durgowokyang berasal dari kata Durgo yang merupakan istri dari Betara Syiwa.

Oleh : Mansur Hidayat

Sekarang ini Desa Dorogowok dipecah menjadi 2 yang salah satunya adalah Desa Kedungmoro. Nah, di desa pecahannya inilah banyak ditemukan situs dan peninggalan sejarah jaman Lamajang Tigang Juru yang bersifat Hindu Buddha.

Beberapa waktu lalu tim Mas Mansoer Channel melakukan survey ke Desa bersejarah Kedungmoro dan menemukan hal-hal menarik yang perlu diketahui oleh masayarakat. Tim bergerak dari  arah barat guna menyusur jejak peninggalan bersejarah tersebut. Dalam survey ini tim di dampingi oleh Pegiat Cagar Budaya Kedungmoro Mulyono (55 tahun) dan Badli (60 tahun). Banyak hal yang diungkapkan oleh Mulyono tentang peninggalan bersejarah yang ada di Desanya mulai dari temuan arca sapi (Nandi) di Dusun Reco Banteng yang disusul temuan bekas candi di Dusun Kedungsari maupun temuan struktur yang ada di ujung timur desanya berupa struktur batu bata kuno seperti yang ada di bekas candi yang ada di belakang rumahnya.

Dalam penelusuran ke struktur baru ini tim kemudian menelusur kebun sengon dan juga pematang sawah yang letaknya kira-kira 500 meter dari bekas candi di Dusun Kedungsari. Tim kemudian sampai di sebuah gundukan tanah yang ditanami pisang dengan rumput yang tebal dan tidak dirawat. Awalnya tim tidak percaya bahwa di bawah pohon pisang ada jejak peninggalan bersejarah, namun Badli sebagai penunjuk jalan meyakinkan bahwa letak batu bata kuno ada di bawah pohon pisang tersebut.

Tim Mas Mansoer Channel yang saat itu tidak membawa perlengkapan seperti cangkul atau cetok kemudian membersihkan rimbunan rumput yang ada di bawah pohon pisang tersebut dan selanjutnya nampaklah batu bata kuno berukuran besar seperti yang ada di bekas candi yang beberapa tahun lalu ditemukan. Temuan batu bata kuno ini belum bisa dilihat motifnya karena bercampur dengan lumpur yang ada di pematang sawah. Lebih jauh Badli mengatakan bahwa masyarakat ada yang mengambil batu bata disini untuk membangun dapur rumah di masa lalu. Menurut Pegiat Cagar Budaya Kedungmoro, Mulyono, pihaknya sebenarnya sudah memberi informasi tentang struktur baru ini pada LSM MPPM Timur dan juga sempat ada Napak Tilas dari murid-murid sekolah yang disiarkan di akun youtube LSM tersebut. Namun sejauh ini belum ada tindak-lanjut dari pemerintah sehingga dapat menebus rasa penasaran di hati masyarakat terkait besarnya  peninggalan nenek moyang yang membuka atau babad hutan di desanya tersebut.

  • Penulis : Mansur Hidayat
  • Reporter : Kenyo/Yoshi
  • Editor : Oren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.